Wahai langit ...
tempat dimana bulan dan bintang bernaung.
dengarkanlah ... lirih rintik hujan yang turun membasahi bumi.
sedihkah engkau, jika awan hitam menutup rapat keindahan angkasamu?
Wahai Tuhan ...
tempat dimana kami berserah diri.
dengarkanlah ... permohonan kecil dari hambamu yang lemah ini.
aku sadar, aku bukanlah siapa-siapa tanpa kuasaMu,
aku paham benar tentang keajaiban yang sering Kau beri.
Namun entah kenapa, aku sering melupakan syukurku.
Dan untuk itulah aku meminta ini Tuhan,
"ampunilah segala khilafku terhadapMu"
Jadikanlah aku manusia yang istimewa di hadapanMu ...
Aku mohoon !!
Cerita Kita
Jumat, 13 September 2013
Jumat, 05 Juli 2013
Jika Aku
Jika ada hati seorang ibu yang marah?
Itu karna ‘AKU ... anaknya.
Jika ada hati seorang ibu yang kesal?
Itu karna ‘AKU ... anaknya.
Jika ada hati seorang ibu yang kecewa?
Itu karna ‘AKU ... anaknya.
Mama ... bisakah kau mendengar keluh kesahku di dunia?
(tanyalah pada Tuhan)
Mama ... taukah kau akan beban yang ku rasa di dunia?
(tanyalah pada Tuhan)
Aku harap engkau bisa mengerti apapun yang aku lakukan
disini.
Memang ada beberapa hal yang aku sadari itu tidaklah benar,,,
Tapi itulah caraku mama ...
Karna bagiku itu tidaklah buruk untuk dikerjakan.
Itu tidaklah aneh bagi seorang anak sepertiku.
Namun jika itu tetap salah bagimu ... maafkan aku mama.
Mungkin lebih baik aku berjalan sendiri ... (tanpa izinmu)
Aku tak ingin merepotkanmu lagi,
Aku tak ingin mengecewakanmu lagi,
Aku tak ingin mengharap engkau banggakan lagi,
Karna itu akan sulit bagiku ...
Minggu, 12 Mei 2013
KITA BISA SATU
didalam keheningan aku berharap,
didalam pekat malam aku berdoa,
agar semua bisa menjadi nyata,
kau dan aku ... bisa ... SATU.
didalam kerinduan aku gelisah,
didalam kebimbangan aku pun resah,
memohon agar semua kan menjadi indah,
kau dan aku ... bisa SATU.
oh cinta, tegarkanlah hati ini
biar ku mam pumelewati hari hari ...
ku disini! sedangkan engkau disana!
kita jauh ... ohh
cinta, tunggulah aku kembali,
ku kan datang membawa cinta yang suci ...
ku berjanji! ku akan tetap setia!
kita bisa ... SATU.
niiihhhh ... TONTON juga klipnya :
didalam pekat malam aku berdoa,
agar semua bisa menjadi nyata,
kau dan aku ... bisa ... SATU.
didalam kerinduan aku gelisah,
didalam kebimbangan aku pun resah,
memohon agar semua kan menjadi indah,
kau dan aku ... bisa SATU.
oh cinta, tegarkanlah hati ini
biar ku mam pumelewati hari hari ...
ku disini! sedangkan engkau disana!
kita jauh ... ohh
cinta, tunggulah aku kembali,
ku kan datang membawa cinta yang suci ...
ku berjanji! ku akan tetap setia!
kita bisa ... SATU.
niiihhhh ... TONTON juga klipnya :
Janji Terindahmu

•) settiap kelelahan yg kau rassakan menyakitkan,,
maka bersandarlah di punddak quu..
•) settiap ketullusan yg kau rassakan menakutkan,,
maka lihatlah senyum quu..
•) settiap kesabaran yg kau rassakan memudar,,
maka genggamlah tangan quu..
•) settiap semangat yg kau rassakan menghilang,,
maka pelluk laah tubbuh quu..
karna di settiap kesendirian muu maka disitulah kehadiran quu ...
(mamas lan ndhuk) ♥^_^♥
Kamis, 24 Januari 2013
Ketika Cinta Berbicara Cinta
“Aku tak berdaya oleh cintamu yang telah hilang dari bayanganku.” kata seorang lelaki (18) tahun bernama Arya.
Dia tinggal disebuah kota di Jakarta bersama orang tua dan kedua sodara laki lakinya bernama Vian (22) dan Yudha (15). Arya adalah anak laki laki kedua dari pasangan suami istri (Bp. Yusuf dan Bu. Sekar).
“mau sampai kapan elu jomblo ar ??” kata Vian (kakaknya).
“ah, abang ada ada aja !! ntar lah kalo udah ada yg cocok.” jawab Arya malu.
“hhm... kalah lu sama Yudha.” lanjut Vian.
“ya nih, bang Arya emang Cupu. Pacar aja ga pnya !! ” timpal Yudha yg tiba tiba datang.
“diem lu pret, kaya ngerti cinta aja lu”. Bentak Arya sedikit kesal.
Haha … kedua sodara tadi hanya tertawa dan terus meledek Arya yang dianggapnya ga laku soal cinta.
Ditanyai soal kisah asmaranya, Arya mulai terdiam. Dalam diamnya dia berfikir.
“bodohnya aku, kenapa aku kaya gini terus!! mengharapkan cinta yg tak mungkin kembali” gumamnya dalam hati.
Dari
dalam kamarnya, kini dia beranjak pergi dan duduk disebuah kursi bercat putih
di halaman rumah. Hari itu waktu menunjukan pukul 9 malam. Sendirian. Hanya
ditemani bulan bintang dan pepohonan disekelilingnya.
“setiap aku sendiri, aku pasti mengingat cinta kita dulu”. Obrolan Arya pada bayangan tubuhnya sendiri.
Kedua matanya terpejam, Arya hanya terdiam dan kemudian raganya mulai merasakan angin malam yang dianggapnya kehadiran sosok wanita di dalam hatinya.
“aku tau ini hanya ilusiku saja, tapi aku yakin Kasih pasti juga sedang merindukanku.”
Kasih adalah gadis di SMAnya yang juga pernah mewarnai hidup Arya sebagai seorang kekasih.
Dulu, semasa SMA kedua remaja itu sangat bahagia saat menjalin cinta, kemanapun mereka pergi, mereka selalu bersama.
“setiap aku sendiri, aku pasti mengingat cinta kita dulu”. Obrolan Arya pada bayangan tubuhnya sendiri.
Kedua matanya terpejam, Arya hanya terdiam dan kemudian raganya mulai merasakan angin malam yang dianggapnya kehadiran sosok wanita di dalam hatinya.
“aku tau ini hanya ilusiku saja, tapi aku yakin Kasih pasti juga sedang merindukanku.”
Kasih adalah gadis di SMAnya yang juga pernah mewarnai hidup Arya sebagai seorang kekasih.
Dulu, semasa SMA kedua remaja itu sangat bahagia saat menjalin cinta, kemanapun mereka pergi, mereka selalu bersama.
Namun
kebersamaan keduanya tak berlangsung selamanya, waktu memiliki cerita lain yang
terpaksa harus memisahkan ruang antara Arya
dan Kasih.
.................
Tepat 2 tahun mereka jadian, Kasih mengalami kecelakaan saat melintas menggunakan taxi berplat B,
hingga mengakibatkan ia harus meninggalkan dunia untuk selamanya.
Awal kejadiannya adalah pada suatu malam ketika Kasih atau yang biasa disapa “bebee” berniat memberikan kejutan pada Arya atau “bubuu (panggilan sayangnya)”. saat itu, Arya sedang terbaring lemah di RS karena sakit.
Dengan membawa bingkisan spesial, Kasih berencana menjenguk kekasihnya sekaligus merayakan hari jadiannya yg ke-2 tahun di RS tempat Arya dirawat.
“semoga dengan ini, keadaan bubuu jauh lebih membaik !! ^_^” ucap Kasih sebelum melangkah pergi.
Mula mula perjalanan Kasih menggunakan Taxi terasa baik – baik saja, namun 20 menit setelah keberangkatannya, disebuah trowongan yang agak jauh dari RS, secara tiba-tiba taxi yang ditumpangi Kasih mengalami ketidak seimbangan, roda depan sebelah kanannya terlihat oleng saat berjalan. hingga mengakibatkan kendaraan biru itu menabrak pilar sisi kanan dan kemudian terlontar ke bagian sisi kiri hingga membuat mobil berguncang. Supir yang mengantuk mengakibatkan kejadian na'as itu terjadi. Kasih yang pada saat itu duduk tepat dibelakang supir, akhirnya harus ikut terpental jauh dari dalam mobil.
Begitu hebatnya tabrakan itu, membuat mesin melesak sampai ke tempat tumit penumpang bagian depan, dan bempernyapun melipat nyaris sampai ke kaca bagian belakang.
Peristiwa itu sama sekali tak pernah diduga oleh siapapun... Para pengendara lain yang kebetulan menyaksikan kejadian itu langsung mencari bantuan dan kemudian memberikan kesaksian kepada polisi yg datang.
10 menit setelah kejadian, barulah 2 mobil ambulan datang untuk mengefakuasi korban.
Uwiw uwiw uwiw … sirine Ambulance terus dibunyikan sepanjang jalan menuju Rumah Sakit.
Dengan darah yg terus keluar dari tubuhnya, Kasih sempat tersadar dan selalu menyebut nama kekasihnya ::
“bu buu … tung gu a kuu ” ucapnya terbata bata menahan sakit.
.........
Ditempat lain, Arya yang sedang menunggu kehadiran Kasih tiba tiba merasakan sakit dibagian uluh hatinya.
Difikirannya dia merasakan ada hal luar biasa yang sedang terjadi pada kekasihnya. Pantas saja Arya takut, dua sejoli yang sedang di bungai cinta itu memang telah memiliki ikatan bathin yang sangat kuat.
“Tapi ga mungkin,, bebee pasti gapapa !!” ujar Arya menentang kata hatinya.
Arya yang masih lemah, memaksakan diri keluar dari kamar dan memutuskan untuk menunggu Kasih di lobi depan.
Dari depan pintu Rumah sakit :: “Toloong sus, ada korban kecelakaan” teriakan supir ambulance pada suster yg sedang berjaga di lobi.
Mendengar teriakan tersebut, jantung Arya makin berdetak kencang. Dia tak tau entah apa yg terjadi, tapi hatinya lagi lagi yakin bahwa ada sesuatu yg buruk telah menimpa Kasih.
Dibawalah korban kecelakaan maut itu kedalam RS tempat Arya dirawat. Didampingi suster-suster berseragam putih, Kasih dibawa masuk hingga secara kebetulan sempat melintas didepan Arya yang sedang tertunduk kebingungan.
Mata Arya terus menatap ke arah korban tanpa mengetahui bahwa yg sedang terbaring itu adalah Kasih.
Darah yang terus saja mengalir dari tubuh dan kepala Kasih seakan menutupi wajahnya hingga tak ada seorangpun yang mempu mengenali Kasih termasuk kekasihnya (Arya).
Dari tempat kejadian, terlihat jari tangan Kasih menggenggam sesuatu. Digenggamanya tersimpan sebuah bingkisan kecil yang sebenarnya adalah hadiah untuk Arya.
Genggaman tangan Kasih akhirnya terbuka hingga membuat kado itu terjatuh tepat dibawah kaki Arya.
“hah? Apa ini ...” tanya Arya pelan.
Dengan wajah penasaran, lelaki itu mengambil dan kemudian berusaha membuka kotak yang telah berlumuran darah.
“????” ngga mungkin…. kedua mata Arya hanya terdiam dan tampak kaget melihat isi bungkusan itu ::::
Sayang, hari ini tepat 2 tahun kita jadian, aku berharap selanjutnya kita bisa bersama selamanya sampai akhirnya waktu dapat memisahkan kita.
begitulah sepenggal kalimat yg tertulis diselembar surat yg disisipkan dalam kotak berisi kalung berliontin hati.
setelah selesai membaca isi surat tersebut, barulah Arya sadar bahwa kekasihnya kini sedang berada diantara hidup dan mati.
>>>>>
"sudah lebih dari setahun kamu pergi ninggalin aku, disini aku masih sendiri dan tak menginginkan wanita lain selain kamu di hatiku. Kamu takkan pernah terganti !!" Arya menggumam memikirkan kekasihnya.
"sayang ... sedang apa kamu sendirian disini ?" tanya seorang ibu membuyarkan lamunan anaknya.
"eh mamah, ga ko mah. Arya cuman lagi pingin sendirian" jawab Arya kaget.
"malam sudah semakin larut, apa kamu ga takut sendirian disini? Nanti ada hantu lhoo hehe" mamanya mencoba menghibur.
"mama da ada aja, ga mungkin lah jaman modern seperti ini masih ada hantu, apalagi kuntilanak ^_^"
Bu sekar hanya tersenyum mendengar jawaban Arya.
"ya sudah lah, Arya masuk dulu ya mah !!"
Esok harinya di Kampus tempat Arya melanjutkan studinya ::
"woy, kemana aja lu?? 2 hari ini gak keliatan !!" sapa Bram mengagetkan sahabatnya.
"iya nih, di Kampus ga nongol, di rumah katanya pergi. sibuk apaan si Ar?" sambung Poppy yg juga datang bersama Bram.
(Poppy dan Bram adalah sahabatnya semenjak di SMA).
"2 hari ini gue ke rumah Kasih. gue ketemu Ibu Bapaknya disana, setelah itu gue juga pergi ke makam buat jenguk Kasih." jelas Arya pelan.
"lu masih ngarepin Kasih ?? ayo lah Ar, lu mesti trima kenyataan kalo Kasih udah ga ada !" :: Poppy.
"iya sob, toh Kasih juga pasti udah bahagia disana. lu harus maju ! lupain masa lalu !" :: perintah Bram.
Kedua sahabat itu sungguh prihatin dengan keadaan Arya yg tak mau melepaskan kenangan tentang Kasih.
"gue tau gue emang bodoh, gue udah ngarepin sesuatu yang ga mungkin balik lagi. tapi gue masih cinta sama Kasih. berat banget ngapus Kasih dari memori gue."
"???"
Sore itu Arya sedikit kesal dan memutuskan untuk pulang.
.................
Tepat 2 tahun mereka jadian, Kasih mengalami kecelakaan saat melintas menggunakan taxi berplat B,
hingga mengakibatkan ia harus meninggalkan dunia untuk selamanya.
Awal kejadiannya adalah pada suatu malam ketika Kasih atau yang biasa disapa “bebee” berniat memberikan kejutan pada Arya atau “bubuu (panggilan sayangnya)”. saat itu, Arya sedang terbaring lemah di RS karena sakit.
Dengan membawa bingkisan spesial, Kasih berencana menjenguk kekasihnya sekaligus merayakan hari jadiannya yg ke-2 tahun di RS tempat Arya dirawat.
“semoga dengan ini, keadaan bubuu jauh lebih membaik !! ^_^” ucap Kasih sebelum melangkah pergi.
Mula mula perjalanan Kasih menggunakan Taxi terasa baik – baik saja, namun 20 menit setelah keberangkatannya, disebuah trowongan yang agak jauh dari RS, secara tiba-tiba taxi yang ditumpangi Kasih mengalami ketidak seimbangan, roda depan sebelah kanannya terlihat oleng saat berjalan. hingga mengakibatkan kendaraan biru itu menabrak pilar sisi kanan dan kemudian terlontar ke bagian sisi kiri hingga membuat mobil berguncang. Supir yang mengantuk mengakibatkan kejadian na'as itu terjadi. Kasih yang pada saat itu duduk tepat dibelakang supir, akhirnya harus ikut terpental jauh dari dalam mobil.
Begitu hebatnya tabrakan itu, membuat mesin melesak sampai ke tempat tumit penumpang bagian depan, dan bempernyapun melipat nyaris sampai ke kaca bagian belakang.
Peristiwa itu sama sekali tak pernah diduga oleh siapapun... Para pengendara lain yang kebetulan menyaksikan kejadian itu langsung mencari bantuan dan kemudian memberikan kesaksian kepada polisi yg datang.
10 menit setelah kejadian, barulah 2 mobil ambulan datang untuk mengefakuasi korban.
Uwiw uwiw uwiw … sirine Ambulance terus dibunyikan sepanjang jalan menuju Rumah Sakit.
Dengan darah yg terus keluar dari tubuhnya, Kasih sempat tersadar dan selalu menyebut nama kekasihnya ::
“bu buu … tung gu a kuu ” ucapnya terbata bata menahan sakit.
.........
Ditempat lain, Arya yang sedang menunggu kehadiran Kasih tiba tiba merasakan sakit dibagian uluh hatinya.
Difikirannya dia merasakan ada hal luar biasa yang sedang terjadi pada kekasihnya. Pantas saja Arya takut, dua sejoli yang sedang di bungai cinta itu memang telah memiliki ikatan bathin yang sangat kuat.
“Tapi ga mungkin,, bebee pasti gapapa !!” ujar Arya menentang kata hatinya.
Arya yang masih lemah, memaksakan diri keluar dari kamar dan memutuskan untuk menunggu Kasih di lobi depan.
Dari depan pintu Rumah sakit :: “Toloong sus, ada korban kecelakaan” teriakan supir ambulance pada suster yg sedang berjaga di lobi.
Mendengar teriakan tersebut, jantung Arya makin berdetak kencang. Dia tak tau entah apa yg terjadi, tapi hatinya lagi lagi yakin bahwa ada sesuatu yg buruk telah menimpa Kasih.
Dibawalah korban kecelakaan maut itu kedalam RS tempat Arya dirawat. Didampingi suster-suster berseragam putih, Kasih dibawa masuk hingga secara kebetulan sempat melintas didepan Arya yang sedang tertunduk kebingungan.
Mata Arya terus menatap ke arah korban tanpa mengetahui bahwa yg sedang terbaring itu adalah Kasih.
Darah yang terus saja mengalir dari tubuh dan kepala Kasih seakan menutupi wajahnya hingga tak ada seorangpun yang mempu mengenali Kasih termasuk kekasihnya (Arya).
Dari tempat kejadian, terlihat jari tangan Kasih menggenggam sesuatu. Digenggamanya tersimpan sebuah bingkisan kecil yang sebenarnya adalah hadiah untuk Arya.
Genggaman tangan Kasih akhirnya terbuka hingga membuat kado itu terjatuh tepat dibawah kaki Arya.
“hah? Apa ini ...” tanya Arya pelan.
Dengan wajah penasaran, lelaki itu mengambil dan kemudian berusaha membuka kotak yang telah berlumuran darah.
“????” ngga mungkin…. kedua mata Arya hanya terdiam dan tampak kaget melihat isi bungkusan itu ::::
Sayang, hari ini tepat 2 tahun kita jadian, aku berharap selanjutnya kita bisa bersama selamanya sampai akhirnya waktu dapat memisahkan kita.
begitulah sepenggal kalimat yg tertulis diselembar surat yg disisipkan dalam kotak berisi kalung berliontin hati.
setelah selesai membaca isi surat tersebut, barulah Arya sadar bahwa kekasihnya kini sedang berada diantara hidup dan mati.
>>>>>
"sudah lebih dari setahun kamu pergi ninggalin aku, disini aku masih sendiri dan tak menginginkan wanita lain selain kamu di hatiku. Kamu takkan pernah terganti !!" Arya menggumam memikirkan kekasihnya.
"sayang ... sedang apa kamu sendirian disini ?" tanya seorang ibu membuyarkan lamunan anaknya.
"eh mamah, ga ko mah. Arya cuman lagi pingin sendirian" jawab Arya kaget.
"malam sudah semakin larut, apa kamu ga takut sendirian disini? Nanti ada hantu lhoo hehe" mamanya mencoba menghibur.
"mama da ada aja, ga mungkin lah jaman modern seperti ini masih ada hantu, apalagi kuntilanak ^_^"
Bu sekar hanya tersenyum mendengar jawaban Arya.
"ya sudah lah, Arya masuk dulu ya mah !!"
Esok harinya di Kampus tempat Arya melanjutkan studinya ::
"woy, kemana aja lu?? 2 hari ini gak keliatan !!" sapa Bram mengagetkan sahabatnya.
"iya nih, di Kampus ga nongol, di rumah katanya pergi. sibuk apaan si Ar?" sambung Poppy yg juga datang bersama Bram.
(Poppy dan Bram adalah sahabatnya semenjak di SMA).
"2 hari ini gue ke rumah Kasih. gue ketemu Ibu Bapaknya disana, setelah itu gue juga pergi ke makam buat jenguk Kasih." jelas Arya pelan.
"lu masih ngarepin Kasih ?? ayo lah Ar, lu mesti trima kenyataan kalo Kasih udah ga ada !" :: Poppy.
"iya sob, toh Kasih juga pasti udah bahagia disana. lu harus maju ! lupain masa lalu !" :: perintah Bram.
Kedua sahabat itu sungguh prihatin dengan keadaan Arya yg tak mau melepaskan kenangan tentang Kasih.
"gue tau gue emang bodoh, gue udah ngarepin sesuatu yang ga mungkin balik lagi. tapi gue masih cinta sama Kasih. berat banget ngapus Kasih dari memori gue."
"???"
Sore itu Arya sedikit kesal dan memutuskan untuk pulang.
Jam segini kox ngga ada taxi ….
Sudah
cukup lama berdiri di pinggir jalan, Taxi yang dinanti Arya tak kunjung datang.
"jam segini Taxi pasti udah jarang. haduhh nunggu sampai kapan ya ... ?" ujar Arya sambil menengok jam tangan yg sudah menunjukan pukul 5 sore.
"tin tinn .... Taxi boss ??" sapa seorang supir menawarkan Taxi bawaannya.
"hhh syukurlah" sedikit bernafas lega Arya yg memang sedang menunggu akhirnya duduk di bangku penumpang tepat dibelakang supir.
"Jalan Cempaka ya pak !!" :: Arya.
"jangan panggil bapak, kebetulan KTP saya masih resmi jadi Perempuan ni boss ^_^ !!"
Tanpa di duga, supir Taxi di depan Arya adalah seorang wanita.
"lho, lu cewe ??"
Kemudian wanita itu membalikan muka hingga mereka keliatan saling berhadapan.
"hehe ... jangan kaget gitu boss.emang ada yang aneh kalo cewe jadi supir ?".
Dalam hati Arya muncul pertanyaan yg luar biasa setelah melihat bola mata supir cewe yg dipikirnya bercahaya.
"tatapan mata itu ?? mengingatkan aku pada seseorang." :: gerutu dalam hati.
........
"oya boss, spesial taxi saya nih, kalo anda berminat atau butuh taxi kapanpun bisa pesan via ponsel."
kata sang supir taxi mempromosikan jasa antarnya.
"panggil aja Arya, ga usah pake Boss. Lagian kayaknya kita seumuran. Bahasa lu juga ga perlu resmi resmi ke gue" ujar Arya.
"eh iya deh, trus tanggepan lu gmana nih?".
"siapa nama lu ?" ...
"Cinta" ...
"emm ... Oke deh gue minta no HP lu aja ya. Biar gampang kalo mau pesen taxi." tanggap Arya serius.
setelah benyak ngobrol, akhirnya keduanya cepat akrab. sesampainya di depan pintu gerbang rumah Arya, lagi lagi Cinta mempromosikan Taxi tunggangannya.
"Ingat Ar, Taxi Cinta adalah taxi nomer satu di Jakarta. haha" ucapnya sambil tertawa lepas.
Lagi-lagi tatapan mata Cinta membuat Arya tampak penasaran. menurutnya pandangan supir taxi yg baru dikenalnya tadi bukanlah tatapan mata biasa. Bahkan di otaknya sempat terfikir bahwa pernah ada kedekatan diantara mereka sebelumnya.
"???"
Arya yg terus saja memikirkan Cinta, dalam hatinya dia bertanya :
"Siapa cewe itu ?"
Karena makin penasaran, esok paginya Arya menelfon Cinta dengan BlackBerry kepunyaannya.
"dengan Taxi Cinta disini ..." sapa cinta Lewat Ponsel.
"hai, gue Arya"
"eh elu Ar, lu mau pesen Taxi ?" tanya Cinta dengan nada coag'nya.
"i iiya .. gue butuh pagi ini jam 9. tapi harus lu yg bawa Taxinya ya" lanjut Arya sedikit gugup.
"ohh. oke boss saya siap mengantar anda"
ngeeeengg .... Taxi biru milik Cinta melaju dengan cepat menuju rumah Arya.
tin tinn ... "udah siap boss ?"
"wahh cepet bnget lu Cin." sambut Arya heran.
Sekali lagi hati Pria berwajah tampan itu merasa gemetaran saat melihat cermin di dinding mata Cinta.
Anehnya lagi, dia terus memandang tanpa berkedip hingga membuat gadis tersebut sedikit merasa kesal.
sepanjang jalan menuju arah depan, merekapun terus berbincang didalam mobil layaknya sepasang sahabat. Terus berjalan tanpa ada arah dan tujuan yg jelas.
sampai di sebuah pertigaan, sejenak kendaraan itu berhenti ::
..... srissitt ....
"Arya, sebenarnya lu mau kemana sii? kita udah muter muter tapi lu bilang jalan terus- jalan teruss!! kapan sampenya Ar ??"
"udah jalan terus ...." ucap singkat Arya bermaksud akan mencari tau apa penyebab dirinya ingin terus bersama Cinta.
Perasaan Cinta mulai kesal pada Arya. Pendapatnya mengatakan bahwa lelaki itu hanya ingin mempermainkan sang Supir Taxi.
Setelah tak tahan dengan sikap Arya yg terus saja memandanginya, diapun bertindak tegas menyuruh Arya segera keluar dari dalam Taxinya.
namun senyum dan candaan Arya malah membuatnya patuh dan mengurungkan niatnya untuk mendepak pria yg dianggapnya aneh dari dalam mobil biru miliknya.
"iya ya OK, anterin gue ke Jln. merdeka No.08"
.......
Sampailah mereka di sebuah rumah bercat putih, kedatangannya sungguh disambut gembira oleh orang tua Kasih (pak Ilham dan bu Winda).
Bersamaan dengan itu, wajah Cinta sedikit termenung, matanya terus menatap ke arah Rumah Kasih dengan penuh kebimbangan."ada apa dengan rumah ini ?? kenapa sepertinya aku mengenali tempat ini sebelumnya ??"
Ucap Cinta ngrasa gak mungkin ..."????"
Ketika wajahnya terus termenung, Arya datang dan menghapus lamunan Cinta::
"tunggu ya cin, gue ada perlu sebentar dirumah Kasih." perintah Arya meminta Cinta agar menunggu.
.........
"Kamu ??" sapa seorang wanita yang tiba tiba datang dari arah belakang.
"hah?? mba Linda !!" sambung Cinta yg juga mengenali wanita itu.
Linda adalah kakak perempuan kandung dari Kasih. pantas jika dia mengenali Cinta.
setahun yang lalu, saat Kasih mengalami kecelakaan hebat, adik kandung satu satunya pernah bernadzar padanya ::
"mba, kalau Kasih meninggal, tolong izinkan agar organ di dalam diri Kasih didonorkan. aku masih ingin hidup walau pada diri orang lain ..."
saat itu organ tubuh yang mampu disumbangkan hanyalah kedua matanya. organ lain dianggap dokter telah rusak akibat goncangan dahsyat saat kecelakaan.
Bersamaan dengan itu pula, Cinta yg dulunya hanyalah seorang gadis tunanetra, akhirnya mendapat donor mata dari Kasih.
"mba seneng banget bisa ketemu kamu lagi Cin, mba kangen!!"
ujar mba Linda dengan memeluk Cinta yg telah dianggapnya adik.
"adik mba masih tetap hidup dalam mata ini. Cinta janji akan selalu jagain mata ini demi Kasih." katanya dengan penuh kesedihan.
Mereka saling berpelukan layaknya adik kakak yg tlah lama terpisahkan. Dan kini kerinduan serta kebahagiaan yg sedang menyelimuti keduanya seketika itu juga.
...Assalamu'alaikum... sapa Linda saat masuk ke rumah sederhananya.
...Wa'alaikumsalam...
"eh ... kenapa Cinta dibawa masuk mba ??"
"kebetulan kamu disini Ar!! mah, pah kenalin : dia Cinta. Gadis setahun lalu yg pernah Linda ceritain ke kalian." terang mba Linda mengenalkan Cinta pada Orang tuanya.
"Subhanalloh, jadi kamu yang namanya Cinta?" sapa bu Winda dengan pandangan mengarah pada mata supir cantik itu.
Aryapun tambah bingung dengan keadaan itu, dilihatnya sosok Ibu dan Bapak berwajah sedih tanpa tau apa penyebab pastinya.
Disaat dia mulai bertanya tanya, mba Linda menjelaskan :: ......
"jam segini Taxi pasti udah jarang. haduhh nunggu sampai kapan ya ... ?" ujar Arya sambil menengok jam tangan yg sudah menunjukan pukul 5 sore.
"tin tinn .... Taxi boss ??" sapa seorang supir menawarkan Taxi bawaannya.
"hhh syukurlah" sedikit bernafas lega Arya yg memang sedang menunggu akhirnya duduk di bangku penumpang tepat dibelakang supir.
"Jalan Cempaka ya pak !!" :: Arya.
"jangan panggil bapak, kebetulan KTP saya masih resmi jadi Perempuan ni boss ^_^ !!"
Tanpa di duga, supir Taxi di depan Arya adalah seorang wanita.
"lho, lu cewe ??"
Kemudian wanita itu membalikan muka hingga mereka keliatan saling berhadapan.
"hehe ... jangan kaget gitu boss.emang ada yang aneh kalo cewe jadi supir ?".
Dalam hati Arya muncul pertanyaan yg luar biasa setelah melihat bola mata supir cewe yg dipikirnya bercahaya.
"tatapan mata itu ?? mengingatkan aku pada seseorang." :: gerutu dalam hati.
........
"oya boss, spesial taxi saya nih, kalo anda berminat atau butuh taxi kapanpun bisa pesan via ponsel."
kata sang supir taxi mempromosikan jasa antarnya.
"panggil aja Arya, ga usah pake Boss. Lagian kayaknya kita seumuran. Bahasa lu juga ga perlu resmi resmi ke gue" ujar Arya.
"eh iya deh, trus tanggepan lu gmana nih?".
"siapa nama lu ?" ...
"Cinta" ...
"emm ... Oke deh gue minta no HP lu aja ya. Biar gampang kalo mau pesen taxi." tanggap Arya serius.
setelah benyak ngobrol, akhirnya keduanya cepat akrab. sesampainya di depan pintu gerbang rumah Arya, lagi lagi Cinta mempromosikan Taxi tunggangannya.
"Ingat Ar, Taxi Cinta adalah taxi nomer satu di Jakarta. haha" ucapnya sambil tertawa lepas.
Lagi-lagi tatapan mata Cinta membuat Arya tampak penasaran. menurutnya pandangan supir taxi yg baru dikenalnya tadi bukanlah tatapan mata biasa. Bahkan di otaknya sempat terfikir bahwa pernah ada kedekatan diantara mereka sebelumnya.
"???"
Arya yg terus saja memikirkan Cinta, dalam hatinya dia bertanya :
"Siapa cewe itu ?"
Karena makin penasaran, esok paginya Arya menelfon Cinta dengan BlackBerry kepunyaannya.
"dengan Taxi Cinta disini ..." sapa cinta Lewat Ponsel.
"hai, gue Arya"
"eh elu Ar, lu mau pesen Taxi ?" tanya Cinta dengan nada coag'nya.
"i iiya .. gue butuh pagi ini jam 9. tapi harus lu yg bawa Taxinya ya" lanjut Arya sedikit gugup.
"ohh. oke boss saya siap mengantar anda"
ngeeeengg .... Taxi biru milik Cinta melaju dengan cepat menuju rumah Arya.
tin tinn ... "udah siap boss ?"
"wahh cepet bnget lu Cin." sambut Arya heran.
Sekali lagi hati Pria berwajah tampan itu merasa gemetaran saat melihat cermin di dinding mata Cinta.
Anehnya lagi, dia terus memandang tanpa berkedip hingga membuat gadis tersebut sedikit merasa kesal.
sepanjang jalan menuju arah depan, merekapun terus berbincang didalam mobil layaknya sepasang sahabat. Terus berjalan tanpa ada arah dan tujuan yg jelas.
sampai di sebuah pertigaan, sejenak kendaraan itu berhenti ::
..... srissitt ....
"Arya, sebenarnya lu mau kemana sii? kita udah muter muter tapi lu bilang jalan terus- jalan teruss!! kapan sampenya Ar ??"
"udah jalan terus ...." ucap singkat Arya bermaksud akan mencari tau apa penyebab dirinya ingin terus bersama Cinta.
Perasaan Cinta mulai kesal pada Arya. Pendapatnya mengatakan bahwa lelaki itu hanya ingin mempermainkan sang Supir Taxi.
Setelah tak tahan dengan sikap Arya yg terus saja memandanginya, diapun bertindak tegas menyuruh Arya segera keluar dari dalam Taxinya.
namun senyum dan candaan Arya malah membuatnya patuh dan mengurungkan niatnya untuk mendepak pria yg dianggapnya aneh dari dalam mobil biru miliknya.
"iya ya OK, anterin gue ke Jln. merdeka No.08"
.......
Sampailah mereka di sebuah rumah bercat putih, kedatangannya sungguh disambut gembira oleh orang tua Kasih (pak Ilham dan bu Winda).
Bersamaan dengan itu, wajah Cinta sedikit termenung, matanya terus menatap ke arah Rumah Kasih dengan penuh kebimbangan."ada apa dengan rumah ini ?? kenapa sepertinya aku mengenali tempat ini sebelumnya ??"
Ucap Cinta ngrasa gak mungkin ..."????"
Ketika wajahnya terus termenung, Arya datang dan menghapus lamunan Cinta::
"tunggu ya cin, gue ada perlu sebentar dirumah Kasih." perintah Arya meminta Cinta agar menunggu.
.........
"Kamu ??" sapa seorang wanita yang tiba tiba datang dari arah belakang.
"hah?? mba Linda !!" sambung Cinta yg juga mengenali wanita itu.
Linda adalah kakak perempuan kandung dari Kasih. pantas jika dia mengenali Cinta.
setahun yang lalu, saat Kasih mengalami kecelakaan hebat, adik kandung satu satunya pernah bernadzar padanya ::
"mba, kalau Kasih meninggal, tolong izinkan agar organ di dalam diri Kasih didonorkan. aku masih ingin hidup walau pada diri orang lain ..."
saat itu organ tubuh yang mampu disumbangkan hanyalah kedua matanya. organ lain dianggap dokter telah rusak akibat goncangan dahsyat saat kecelakaan.
Bersamaan dengan itu pula, Cinta yg dulunya hanyalah seorang gadis tunanetra, akhirnya mendapat donor mata dari Kasih.
"mba seneng banget bisa ketemu kamu lagi Cin, mba kangen!!"
ujar mba Linda dengan memeluk Cinta yg telah dianggapnya adik.
"adik mba masih tetap hidup dalam mata ini. Cinta janji akan selalu jagain mata ini demi Kasih." katanya dengan penuh kesedihan.
Mereka saling berpelukan layaknya adik kakak yg tlah lama terpisahkan. Dan kini kerinduan serta kebahagiaan yg sedang menyelimuti keduanya seketika itu juga.
...Assalamu'alaikum... sapa Linda saat masuk ke rumah sederhananya.
...Wa'alaikumsalam...
"eh ... kenapa Cinta dibawa masuk mba ??"
"kebetulan kamu disini Ar!! mah, pah kenalin : dia Cinta. Gadis setahun lalu yg pernah Linda ceritain ke kalian." terang mba Linda mengenalkan Cinta pada Orang tuanya.
"Subhanalloh, jadi kamu yang namanya Cinta?" sapa bu Winda dengan pandangan mengarah pada mata supir cantik itu.
Aryapun tambah bingung dengan keadaan itu, dilihatnya sosok Ibu dan Bapak berwajah sedih tanpa tau apa penyebab pastinya.
Disaat dia mulai bertanya tanya, mba Linda menjelaskan :: ......
Lalu
Arya yg sedari kemarin bingung akhirnya terjawablah semua pertanyaan dihatinya.
"Dia itu Kasih, mata itu mata Kasih!"
teriak hatinya seakan melambangkan bahwa dirinya sangat bahagia menganggap Kasih hidup kembali.
Suasana dirumah yg semula tenang kini berubah menjadi haru dipenuhi isak tangis mamah Winda.
"peluk mama sayang ...." pinta seorang Ibu pada Cinta yg dianggapnya Kasih.
"tante ... saya itu Cinta! Kasih memang masih tinggal dalam mata ini. tapi tolong anggap aku sebagai Cinta. Aku ga ingin kehadiranku hanya menambah kesedihan tante."
kalimat lembut Cinta meyakinkan mama Winda.
"tante tau itu, tapi hanya inilah cara supaya tante bisa melepas rindu tante pada Kasih.tante mohon kamu jangan keberatan ya nak ya !" ujar bu Winda tak mau melepaskan pelukannya.
Cinta hanya mengangguk mengiyakan keinginan mama Winda.
Meskipun sebenarnya dia sedikit menolak, tapi sikap Cinta menunjukan bahwa diapun bahagia telah mendapat pelukan hangat dari seorang ibu.
Tenang dan sangat tentram jiwa Cinta saat itu. dalam bathinya dia terus merasakan kedamaian yang memang belum pernah ia dapatkan sebelumnya.
Ibu kandungnya meninggal disaat Cinta berusia 5 tahun, dan ayahnya pun pergi ntah kemana bersama wanita lain. dia hidup sendiri di jalanan dalam keadaan buta hingga suatu hari ada seorang dermawan yang mau merawatnya sampai dewasa.
"Kepedihan itu berakhir semenjak mata ini terus hidup dalam lingkar wajahku."
Kata hati Cinta mulai bicara ::
Bersama kisah yang baru, Arya mencoba mencintai dan menyayangi Cinta seperti dulu dia mencintai Kasih.
Kini hatinyapun mulai terbuka untuk kehadiran Cinta.
Selain karena dua buah mata Kasih yang tertanam di wajah Cinta, Arya juga telah menganggap bahwa Cinta adalah wanita indah yang selama ini dia cari sebagai pengganti Kasih.
Hari hari yang sebelumnya diwarnai dengan kemuraman, kini perlahan berubah menjadi sebuah Pelangi.
Menurut pendapatnya ::
"Bayangan memang akan tetap menjadi sebuah bayangan, namun jika aku berusaha mewarnai bayangan itu, mungkin suatu saat kemustahilan akan mampu berubah menjadi kenyataan."
Begitulah seterusnya kalimat Arya dalam meyakinkan perasaan cintanya.
Hari ke hari, waktu ke waktu perasaan Arya makin dalam pada gadis yang ditemuinya didalam taxi.
perjalanan hidup Arya makin tampak terang berubah semenjak kehadiran Cinta disisinya. Setiap hari - setiap saat lelaki yg kembali merasakan getar cinta itu selalu tampak bahagia.
bahkan setiap gurauan dari kedua sodaranya tak pernah dia anggap lagi.
"huh. mentang mentang jatuh cinta, kita berdua dicuekin!!" ujar Yudha merasa dirinya dilupakan.
"iya tuh Yud, Abang lu yang satu ini emang parah." sambung mas Vian sambil terus melahap hidangan di meja.
mendengar keluhan kedua sodaranya, Arya yang selalu jadi bahan guyonan kini hanya terdiam dan tersenyum pada mereka.
"sudah sudah ... kalian berdua jangan ribut !! lanjutin makan !!" perintah pak Yusuf menenangkan.
Siang itu, seusai makan bersama keluarga, Arya pergi ke makam menjenguk kekasihnya yang sedang beristirahat. Dicabutinya rumput rumput liar yang mulai tumbuh disekitar makam Kasih.
Kemudian dengan keheningan dia berdoa agar Kasih bahagia di alam barunya.
"Bebee ... kehadiranku kali ini ingin bercerita tentang kisah di hatiku sekarang. Aku harap kamu ga marah jika aku mengharapkan cinta dari gadis lain. Aku begitu bukan karena ingin melupakanmu. Ini semua aku lakukan semata mata karena sepertinya aku menemukan kamu dalam diri orang lain."
wuusssss ........ wuss ... mendadak di sekeliling Arya, angin berhembus sedikit lebih kencang dari sebelumnya. Hembusan angin tersebut seakan mengisyaratkan bahwa Kasih mendengar serta mengiyakan cerita kekasihnya.
Tubuh Arya merasakan kedamaian dan kesejukan saat itu juga. dia jadi berfikir bahwa Kasih pasti setuju dengan keinginan hati yang telah ia curahkan tadi.
Langit mulai menunjukan warna kehitamannya. Arya yang sedang berjalan merasa kaget mendengar ada seorang kakek yang memanggil.
Difikirannya dia bertanya : sesungguhnya siapa dan ada perlu apa kakek tua itu dengannya ?
"tunggu nak !! ada sebuah titipan untukmu !" kakek tersebut berbicara dan menyodorkan sebuah bungkusan kecil yang misterius.
"Bukalah"
??apa ini?? ....
"Malam kemarin, ada seorang gadis bergaun putih menitipkan ini pada kakek. dengan suara lembutnya gadis itu berkata :: (tolong berikan ini kepada lelaki yang esok datang ke tempat ini hingga petang)."
Sejak saat itu sang kakek berfikir bahwa yang anak perempuan itu maksudkan adalah Arya.
Aryapun hanya terdiam mendengar penjelasan dari kakek penjaga makam. kini di dalam bathinnya terbesit pemikiran bahwa yang beliau ceritakan adalah Kasih.
"GELANG BUNGA !!"
Arya terkejut saat melihat isi bungkusan itu, lalu dia teringat dengan kenangan indahnya bersama Kasih.
Wajar jika dia merasa aneh, dulu ... lebih dari setahun yang lalu : dirinya pernah sekali menghadiahkan Gelang yang dibuatnya sendiri dari bunga bunga kecil yang tumbuh disekitar Danau tempat mereka pacaran.
Mengingat hal itu, Arya langsung berkeinginan untuk mengenalkan tempat indahnya kepada Cinta.
"terima kasih kek ..." ucapnya pelan pada kakek yang tiba - tiba sudah menghilang.
Awan hitam telah menutupi separuh wajah Bulan.
Di dalam sebuah ruang, terlihat seorang wanita sedang gelisah memikirkan sesuatu.
"aduuh, kanapa si sama mata gue? susah bnget diajak merem. Jantung gue juga !! kenapa dari tadi terus deg degan?". keluhan Cinta yang sebenarnya sedang memikirkan Arya.
"Arya ?? kenapa harus dia yg gue pikirin?"
semakin dia berusaha menghapus pikirannya, hati Cinta justru makin ga karuan. Bayang bayang Arya yg begitu tampan dan baik hati bahkan masih saja tetap melekat dalam otak Cinta.
Dia terdiam dengan mata yg terus terbuka. Dalam diamnya kemudian dia tersadar bahwa dirinya mungkin telah jatuh hati pada sosok pria yang baru dikenalnya satu pekan ini.
Disaat Cinta mulai tertidur lelap, tiba tiba dia terbangun di sebuah tempat indah di alam mimpinya.
Dilihatnya sebuah hamparan air yang begitu luas dengan pepohonan dan bunga bunga disekitarnya.
"Mimpi ini lagi ??" ucapnya heran pada mimpi yang selalu sama.
Di dalam mimpi yang selalu muncul dalam tidurnya Cinta tak sendirian, dia ditemani seorang gadis bergaun putih duduk disebuah bangku yg terbuat dari kayu. wanita itu hanya terdiam dengan pandangan mengarah sebuah danau seperti sedang menunggu seseorang.
"Siapa kamu sebenarnya ??" tanya Cinta dengan nada kesal pada gadis dalam mimpinya itu.
Pantas jika dia merasa kesal. setiap malam jika sedang bermimpi bertemu gadis cantik itu, pertanyaan Cinta tak pernah dijawabnya.
Di alam bawah sadarnya bahkan Cinta mengira bahwa mimpinya itu seperti kenyataan.
Cinta terbangun dari tidur lelapnya, kemudian dia menggumam ::
"hhh, mimpi itu lagi !! Siapa sebenarnya cewe itu ??"
(^___^) ??? ....
Disaat mentari pagi mulai menyapa, Cinta bersama perasaan di hatinya terus merindukan Arya.
Begitupun dengan Arya yang selalu gelisah jika sedang merindukan Cinta.
Diluar hatinya mungkin mereka bersikap biasa saja, tapi sebenarnya di dalam diri keduanya sudah tertancap sebuah pesona cinta yg menggebu – gebu.
Hanya saja saat ini Arya masih ragu dan mulai mempertanyakan : Apakah Cinta memang benar-benar sosok Kasih yg dia cari...
disaat dia mulai yakin dengan perasaannya, Arya langsung saja menemui Cinta dan kemudian memintanya pergi bersamanya.
“aku ingin mengajak kamu ke suatu tempat !!” ujarnya pelan dengan perasaan sedikit malu.
Cinta menatap wajah lelaki didepannya dan selanjutnya mengiyakan ajakan tersebut.
Dengan menaiki mobil pribadi milik keluarga, Arya hanya terdiam saat Cinta duduk disebelahnya. Fikirannya kini bahkan sungguh tak biasa seperti saat saat sebelumnya bersama Cinta.
“Ini memang getar cintaku yg sesungguhnya !!” kalimat Arya dalam hati.
Selama diperjalanan, tak sekalipun Arya menatap ke arah wajah Cinta, matanya tetap fokus ke jalanan sambil menggerakan lingkar kemudi di depan dada.
Tak ada kata yg mampu terucap saat itu juga.
Keduanya yang sama sama gelisah tampak terdiam, bahkan Cinta yang biasa bergurau kini pun terlihat anteng dengan kepala terdunduk malu.
“aduhh, ko gue jadi gerogi gini sii !!” ucap Cinta pelan di dalam hati.
***
“gue itu cowo, gue ga boleh keliatan malu di depan cewe !!” lanjut Arya di dalam hati seakan meyakinkan dirinya.
Kemudian disebuah tempat dengan banyak pepohonan, kendaraan itu berhenti. Sekitar 2 km dari jalan raya mereka lanjutkan dengan berjalan kaki.
“kita mau kemana Ar?” tanya Cinta penasaran.
“emm, aku ingin memperlihatkan tempat yg indah”
Sampailah mereka di sebuah taman dengan lukisan pemandangan yang begitu indah.
Selain pohon pohon hijau disekelilingnya, disana juga terlihat sebuah hamparan air yg cukup luas dengan sinar matahari yg memancar hingga menciptakan kerlipan cahaya seperti berlian pada dinding air yang tenang.
Sejenak tubuh Cinta terlihat diam, tatapan mata yang sebelumnya sayuh secara tiba tiba terbuka lebar saat melihat sebuah bangku panjang di hadapannya.
“Ini kan ??” ujar Cinta kaget ketika melihat danau yang sering ia kunjungi di dalam mimpinya.
"Disinilah tempat dimana aku bersama Kasih sering menghabiskan waktu"
Tempat itu disebut "Danau Impian".
Nama yang indah timbul karena dulu disinilah Arya bersama Kasih pernah mengutarakan janji setia saat masih SMA.
Menurut pemuda tampan itu, Danau Impian adalah sebuah simbol kesetiaan dan Impiannya bersama Kasih.
namun karena sebuah takdir, kebersamaan mereka terpaksa harus terpisahkan.
Cinta yang baru saja mengenali danau ini di dunia nyata, hanya termenung penuh kebimbangan. Dalam otaknya pun terfikir bahwa perempuan yang ada dalam tiap mimpinya selama ini adalah Kasih.
"Jadi benar dia itu Kasih" ...
Kenangan indahnya kini membuat wajah Arya sedikit muram, dalam bathinnya mungkin dia belum sepenuhnya rela dengan kepergian Kasih yang begitu cepat.
Namun walaupun begitu Arya tetap berusaha dan bertekad ingin membuka pintu hatinya untuk kehadiran sosok Kasih yang baru, yaitu Cinta ...
"Buat aku, janji itu kini hanyalah tinggal kenangan manis. aku sudah menemukan kamu di hidupku Cin !! apakah kamu bersedia menjadi pengganti Kasih di hati aku ??"
(kalimat arya menyatakan isi hatinya pada Cinta).
mendengar susunan kata hati Arya yang tiba - tiba, dada Cinta justru makin sesak. Dia pun merasa kaget dengan keadaan seperti itu.
Jujur dalam hatinya Cinta juga merasakan getar yang sama pada sosok Arya. namun sebagai wanita, dia kembali berfikir tentang :: bagaimana perasaan gadis dalam mimpinya jika tau bahwa dirinya telah merebut kekasihnya.
diapun hanya menangis ::
Yang kamu suka adalah mata ini !
Yang kamu sayang adalah mata ini !
Bahkan yang masih kamu cintai adalah mata ini Ar !
Mata milik Kasih !! BUKAN AKU !!
(jawab Cinta kesal mengira Arya masih mengharapkan Kasih).
Dan aku gak mau, kalau kamu menganggap aku sebagai Kasih.
AKU CINTA :: CINTAAA !!!
Kamu salah Cin ... (bantah Arya).
Belum sempat mendengar penjelasan Arya, Cinta langsung pergi untuk melepas penat di fikirannya.
Dia berlari meninggalkan lelaki itu sendiri dengan menyisakan sebuah kesalah pahaman.
"aku memang masih merindukan Kasih !! tapi andai kamu tau :: perasaan ini tulus hanya buat kamu Cin!!" Arya menggumam hingga terhanyut dalam lamunan.
"KEJAR CINTA .... KEJAR CINTA !!"
mendaak terdengar sebuah bisikan gaib ditelinga hingga membuat Arya terbangun dari lamunannya.
seketika itu dia berlari dan berusaha mencari gadis yg dicintainya.
15 menit berselang akhirnya Arya berhasil menemukan Cinta.
Dilihatnya gadis cantik itu sedang menangis sendirian dibawah pohon merenungi tiap kesedihannya yang menganggap bahwa dirinya tak mungkin bersama Arya jika masih ada bayang bayang Kasih di fikiran lelaki yang ia suka.
menyadari kedatangan Arya, Cinta terkejut dan kemudian memutuskan pergi menjauhinya lagi.
dia terus berlari, dan Arya pun mengejar.
"CINTA TUNGGU, AKU BISA JELASIH SEMUA PERASAAN AKU SEKARANG"
teriak Arya meminta Cinta berhenti.
Tapi gadis yang memiliki sifat keras kepala itu terus saja berlari tanpa mau mendengar ucapan Arya.
tanpa sadar, keduanya telah sampai di sebuah jalan besar dekat tempat mereka memarkirkan mobilnya.
CINTA AWASSS ....
bregh ... srisittt ... derrr !! ... sebuah mobil box bermuatan air mineral tiba tiba datang dan menyerempet Cinta dari arah kanan.
Tubuh cinta sedikit terlontar hingga menyebabkan tubuhnya terbentur pohon besar di sekitar jalan.
sedangkan mobil itu menghantam pohon namun tak membuat supir itu tewas.
Arya benar benar syok melihat kejadian itu, sementara bibirnya terdiam, kini tubuhnya pun terlihat lemas membayangkan jika ada hal buruk menimpa wanita yang sedang dicintainya.
Beruntung peristiwa itu tak membuat nyawa cinta melayang. dia hanya pingsan dan masih memiliki kesempatan untuk hidup walau hanya sedikit.
"semua luka di tubuh Cinta sudah kami obati, kini tinggal menunggu dia siuman!!" terang dokter menjelaskan keadaan pasiennya.
"Kapan Cinta sadar dok?" tanya Arya iba pada nasib Cinta yang masih lemah di atas ranjang ruang ICU.
"kami para medis hanya bisa berusaha. selanjutnya adalah urusan Tuhan. Hanya Dia yang bisa memutuskan!!"
Mendengar jawaban Dr. Herman, wajah Arya tampak layu. hanya kesedihanlah yang kini menyelimuti hati dan pikirannya.
Tanpa bisa berbuat apa-apa, dia pasrah dan terus berdoa untuk kesembuhan Cinta.
Tanpa terasa sudah 3 minggu Cinta mengalami koma.
Arya yang masih begitu mengharapkan Cinta kini tetap setia menemani dan menjaga Cinta dalam tidur lamanya.
Di alam bawah sadar, Cinta merasa tersesat di sebuah Hutan yang belum pernah ia kunjungi sebelumnya.
"di mana ini ?" tanya Cinta kebingungan saat berada disebuah kegelapan yang mencekam.
Dia terus berlari tanpa arah mencoba menemukan jalan keluar dari hutan yang menakutkan itu.
Malang sekali nasib Cinta, dia yang sedang terbaring koma di Rumah Sakit kini harus berjuang terbangun dari alam mimpi panjangnya.
Dengan wajah pucat, dirinya tak tau arah dan tujuan untuk bisa keluar dari kegelapan yang penuh dengan misteri.
Disekitarnya hanya terlihat pohon-pohon besar, semak belukar, kelelawar yang beterbangan, dan kadang terdengar suara suara aneh yang menyeramkan.
Cinta sungguh ketakutan !!
dia hanya bisa berteriak minta tolong dan kemudian dilanjutkan dengan tangisan.
Nyawanya mungkin kini telah berada dalam ambang hidup dan mati.
didalam dirinya tak ada lagi tawa apalagi keceriaan. yang ada hanyalah ketakutan yang begitu besar hingga membuatnya mulai putus harapan.
Ketika Cinta mulai putus asa, tiba tiba terpancar segumpal cahaya terang yang mengisyaratkan agar dia mendekat.
Harapan yang sudah makin menipis langsung berubah menjadi keyakinan yang begitu kuat.
"AKU PASTI BISA KELUAR DARI TEMPAT SESAT INI !!"
Dari arah berlawanan munculah sosok wanita tua bergaun putih, melambaikan tangan, memanggil Cinta agar pergi bersamanya.
"Cintaa, pergilah bersama Ibu .."
Kebimbangan hati membuat Cinta ragu.
walau dirinya begitu merindukan Ibu kandungnya, namun hati kecil Cinta mengatakan bahwa dirinya harus melangkah mengikuti cahaya yang terus saja bersinar.
Langkah demi langkahnya masih tetap berjalan mengarah sumber cahaya itu. Bayang bayang sosok ibunya yang semula begitu jelas perlahan menghilang dari pandangannya.
"Kupercepat langkah ini agar kutemukan jalan keluar" ujar Cinta penuh keyakinan.
Kegelapan mulai berubah menjadi sebuah keindahan. Cahaya keajaiban akhirnya mampu menuntunnya berpindah menuju DANAU IMPIAN.
CINTAAA ... CINTAA ....
(Ada suara misterius yang memanggil namanya).
lalu dia menoleh ke arah kanan dan dilihatlah sosok Kasih berdiri, mendekat dan mulai berbicara sesuatu.
Jiwanya sangat terkejut gemetaran saat berada di dekat Kasih. Tatapannya yang sangat dalam, Kasih menjabat kedua lengan Cinta dengan kelembutan.
"CINTA TERIMAKASIH" ::
"untuk apa??" :: tanya Cinta
"UNTUK SETIAP SENYUMAN ARYA !! DIA BISA KEMBALI TERSENYUM KARENA KAMU CINTAA !!"
jawabnya pelan.
"???"
"AKU BAHAGIA JIKA KAMU BERSAMA ARYA !! KEMBALILAH !!"
wussshh ....
Angin bertiup kencang seusai Kasih mengucapkan kalimat keinginannya.
Kemudian secara samar bayangan Kasih pun ikut menghilang bersama kilauan cahaya yang tiba tiba muncul.
Bersama dengan itu pula, di Dunia nyata Cinta tersadar !!.
Cinta mulai membuka mata.
Dengan tubuh yang masih lemas dia mencoba menggerakan jari - jarinya secara perlahan.
Ketika itu dia sadar bahwa dirinya kini sedang berada disebuah ruangan sepi dengan infus yang menggantung. Fikirnya terdiam dan selanjutnya menatap ke arah seorang pria yang sedang tertidur di sebelah tubuhnya.
"Arr yaa ..." ucap Cinta patah patah mencoba berbicara.
Pemuda yang sedang tertidur pulas akhirnya terbangun dan terkejut melihat Cinta sudah mulai sadar.
Lalu dipanggillah seorang dokter untuk memeriksa keadaan pasien itu lagi.
>>>
setelah setengah jam, akhirnya dokter beserta 3 suster berseragam putih keluar dan menjelaskan perkembangan Cinta ::
"Ini keajaiban, Cinta yang semula hanya memiliki sedikit kesempatan hidup kini ia telah sadar dan keadaannya pun sangat membaik". kalimatnya heran.
Penjelasan dokter Herman membuat hati Arya sangat gembira.
Dia bersyukur dengan semua doa yang akhirnya mampu terwujud.
Kalimat Hamdalah pun juga sering diucapkannya berkali kali.
"sedari tadi dia memanggil manggil nama ARYA, lebih baik kamu temui dia agar sedikit terhibur !!"
mendengar saran dokter tadi, dia bergegas masuk tersenyum dengan wajah girang pada Cinta.
Tatapannya fokus mengarah gadis yang terlihat masih lesu terbaring dengan selimut biru di kakinya.
"pegang tangan aku Ar !!" :: ingin Cinta.
"Kamu pasti sembuh Cin, percayalah !!" :: ujar Arya menyemangati Pasien yang baru bangun.
Esok harinya setelah keadaan Cinta lebih membaik, tanpa bosan Arya tetap menemani Cinta siang dan malam.Yang pemuda itu lakukan bertanda bahwa dirinya ingin selalu menghibur Cinta guna mengembalikan keceriaan yang pernah hilang.
Hampir satu bulan dirawat, Dr.Herman pun menyarankan agar Cinta pulang. Pendapatnya mengatakan bahwa Cinta sudah sepenuhnya sembuh dari rasa sakit dan pengalaman buruknya itu.
"Ar, aku minta kita ke Danau Impian ya !! ^_^ ada hal yang ingin aku bicarakan !!" :: pinta Cinta memohon.
Tampang Arya yang masih merasa kasihan, akhirnya mengabulkan permintaan Cinta.
Dari Rumah sakit, mereka langsung menuju Danau Impian.
sesampainya disana, mereka duduk dan mulai bercerita ::
"Arya, sewaktu koma aku bermimpi bertemu Kasih disini ! di tempat ini ! sebelumnya aku tersesat di sebuah hutan yang menakutkan. namun dari sebuah sisi hutan tiba-tiba terpancar Cahaya terang yang selanjutnya mampu menyelamatkanku.
Semua ketakutan, setiap tangisanku dalam mimpi akhirnya bisa terhapus dengan kelembutan tangan Kasih yang menyentuhku. Bahkan sampai saat ini sentuhan itu masih terasa jelas di lenganku."
Cinta menceritakan pengalamannya dengan nada pelan.
"dalam mimpiku, dia meminta agar aku bisa bersama kamu Ar" lanjut Cinta dengan menatap mata Arya.
Arya terkejut mendengar penjelasan Cinta yang tak masuk akal. Tapi dirinya kini memahami bahwa sesungguhnya Kasih telah merelakan dirinya agar tetap berada di samping Cinta.
"apa mungkin itu artinya kamu bersedia mengisi kekosongan di hati aku ??"
(tanya Arya kembali mengungkapkan perasaannya).
cukup lama Cinta terdiam, dan kemudian ia berbicara ::
AKU CINTA KAMU!
AKU SAYANG KAMU!
AKU BERSEDIA MENGISI HIDUP KAMU AR!
Kedua anak manusia tersebut pun bahagia.
Angin berhembus seakan ikut menyanyi.
Aliran danau tiba tiba berkilau terang layaknya mutiara.
Pepohonan serta bunga bunga di tepi Danau Impian kini juga turut menari mengikuti irama Kisah Cinta mereka.
"Dia itu Kasih, mata itu mata Kasih!"
teriak hatinya seakan melambangkan bahwa dirinya sangat bahagia menganggap Kasih hidup kembali.
Suasana dirumah yg semula tenang kini berubah menjadi haru dipenuhi isak tangis mamah Winda.
"peluk mama sayang ...." pinta seorang Ibu pada Cinta yg dianggapnya Kasih.
"tante ... saya itu Cinta! Kasih memang masih tinggal dalam mata ini. tapi tolong anggap aku sebagai Cinta. Aku ga ingin kehadiranku hanya menambah kesedihan tante."
kalimat lembut Cinta meyakinkan mama Winda.
"tante tau itu, tapi hanya inilah cara supaya tante bisa melepas rindu tante pada Kasih.tante mohon kamu jangan keberatan ya nak ya !" ujar bu Winda tak mau melepaskan pelukannya.
Cinta hanya mengangguk mengiyakan keinginan mama Winda.
Meskipun sebenarnya dia sedikit menolak, tapi sikap Cinta menunjukan bahwa diapun bahagia telah mendapat pelukan hangat dari seorang ibu.
Tenang dan sangat tentram jiwa Cinta saat itu. dalam bathinya dia terus merasakan kedamaian yang memang belum pernah ia dapatkan sebelumnya.
Ibu kandungnya meninggal disaat Cinta berusia 5 tahun, dan ayahnya pun pergi ntah kemana bersama wanita lain. dia hidup sendiri di jalanan dalam keadaan buta hingga suatu hari ada seorang dermawan yang mau merawatnya sampai dewasa.
"Kepedihan itu berakhir semenjak mata ini terus hidup dalam lingkar wajahku."
Kata hati Cinta mulai bicara ::
Bersama kisah yang baru, Arya mencoba mencintai dan menyayangi Cinta seperti dulu dia mencintai Kasih.
Kini hatinyapun mulai terbuka untuk kehadiran Cinta.
Selain karena dua buah mata Kasih yang tertanam di wajah Cinta, Arya juga telah menganggap bahwa Cinta adalah wanita indah yang selama ini dia cari sebagai pengganti Kasih.
Hari hari yang sebelumnya diwarnai dengan kemuraman, kini perlahan berubah menjadi sebuah Pelangi.
Menurut pendapatnya ::
"Bayangan memang akan tetap menjadi sebuah bayangan, namun jika aku berusaha mewarnai bayangan itu, mungkin suatu saat kemustahilan akan mampu berubah menjadi kenyataan."
Begitulah seterusnya kalimat Arya dalam meyakinkan perasaan cintanya.
Hari ke hari, waktu ke waktu perasaan Arya makin dalam pada gadis yang ditemuinya didalam taxi.
perjalanan hidup Arya makin tampak terang berubah semenjak kehadiran Cinta disisinya. Setiap hari - setiap saat lelaki yg kembali merasakan getar cinta itu selalu tampak bahagia.
bahkan setiap gurauan dari kedua sodaranya tak pernah dia anggap lagi.
"huh. mentang mentang jatuh cinta, kita berdua dicuekin!!" ujar Yudha merasa dirinya dilupakan.
"iya tuh Yud, Abang lu yang satu ini emang parah." sambung mas Vian sambil terus melahap hidangan di meja.
mendengar keluhan kedua sodaranya, Arya yang selalu jadi bahan guyonan kini hanya terdiam dan tersenyum pada mereka.
"sudah sudah ... kalian berdua jangan ribut !! lanjutin makan !!" perintah pak Yusuf menenangkan.
Siang itu, seusai makan bersama keluarga, Arya pergi ke makam menjenguk kekasihnya yang sedang beristirahat. Dicabutinya rumput rumput liar yang mulai tumbuh disekitar makam Kasih.
Kemudian dengan keheningan dia berdoa agar Kasih bahagia di alam barunya.
"Bebee ... kehadiranku kali ini ingin bercerita tentang kisah di hatiku sekarang. Aku harap kamu ga marah jika aku mengharapkan cinta dari gadis lain. Aku begitu bukan karena ingin melupakanmu. Ini semua aku lakukan semata mata karena sepertinya aku menemukan kamu dalam diri orang lain."
wuusssss ........ wuss ... mendadak di sekeliling Arya, angin berhembus sedikit lebih kencang dari sebelumnya. Hembusan angin tersebut seakan mengisyaratkan bahwa Kasih mendengar serta mengiyakan cerita kekasihnya.
Tubuh Arya merasakan kedamaian dan kesejukan saat itu juga. dia jadi berfikir bahwa Kasih pasti setuju dengan keinginan hati yang telah ia curahkan tadi.
Langit mulai menunjukan warna kehitamannya. Arya yang sedang berjalan merasa kaget mendengar ada seorang kakek yang memanggil.
Difikirannya dia bertanya : sesungguhnya siapa dan ada perlu apa kakek tua itu dengannya ?
"tunggu nak !! ada sebuah titipan untukmu !" kakek tersebut berbicara dan menyodorkan sebuah bungkusan kecil yang misterius.
"Bukalah"
??apa ini?? ....
"Malam kemarin, ada seorang gadis bergaun putih menitipkan ini pada kakek. dengan suara lembutnya gadis itu berkata :: (tolong berikan ini kepada lelaki yang esok datang ke tempat ini hingga petang)."
Sejak saat itu sang kakek berfikir bahwa yang anak perempuan itu maksudkan adalah Arya.
Aryapun hanya terdiam mendengar penjelasan dari kakek penjaga makam. kini di dalam bathinnya terbesit pemikiran bahwa yang beliau ceritakan adalah Kasih.
"GELANG BUNGA !!"
Arya terkejut saat melihat isi bungkusan itu, lalu dia teringat dengan kenangan indahnya bersama Kasih.
Wajar jika dia merasa aneh, dulu ... lebih dari setahun yang lalu : dirinya pernah sekali menghadiahkan Gelang yang dibuatnya sendiri dari bunga bunga kecil yang tumbuh disekitar Danau tempat mereka pacaran.
Mengingat hal itu, Arya langsung berkeinginan untuk mengenalkan tempat indahnya kepada Cinta.
"terima kasih kek ..." ucapnya pelan pada kakek yang tiba - tiba sudah menghilang.
Awan hitam telah menutupi separuh wajah Bulan.
Di dalam sebuah ruang, terlihat seorang wanita sedang gelisah memikirkan sesuatu.
"aduuh, kanapa si sama mata gue? susah bnget diajak merem. Jantung gue juga !! kenapa dari tadi terus deg degan?". keluhan Cinta yang sebenarnya sedang memikirkan Arya.
"Arya ?? kenapa harus dia yg gue pikirin?"
semakin dia berusaha menghapus pikirannya, hati Cinta justru makin ga karuan. Bayang bayang Arya yg begitu tampan dan baik hati bahkan masih saja tetap melekat dalam otak Cinta.
Dia terdiam dengan mata yg terus terbuka. Dalam diamnya kemudian dia tersadar bahwa dirinya mungkin telah jatuh hati pada sosok pria yang baru dikenalnya satu pekan ini.
Disaat Cinta mulai tertidur lelap, tiba tiba dia terbangun di sebuah tempat indah di alam mimpinya.
Dilihatnya sebuah hamparan air yang begitu luas dengan pepohonan dan bunga bunga disekitarnya.
"Mimpi ini lagi ??" ucapnya heran pada mimpi yang selalu sama.
Di dalam mimpi yang selalu muncul dalam tidurnya Cinta tak sendirian, dia ditemani seorang gadis bergaun putih duduk disebuah bangku yg terbuat dari kayu. wanita itu hanya terdiam dengan pandangan mengarah sebuah danau seperti sedang menunggu seseorang.
"Siapa kamu sebenarnya ??" tanya Cinta dengan nada kesal pada gadis dalam mimpinya itu.
Pantas jika dia merasa kesal. setiap malam jika sedang bermimpi bertemu gadis cantik itu, pertanyaan Cinta tak pernah dijawabnya.
Di alam bawah sadarnya bahkan Cinta mengira bahwa mimpinya itu seperti kenyataan.
Cinta terbangun dari tidur lelapnya, kemudian dia menggumam ::
"hhh, mimpi itu lagi !! Siapa sebenarnya cewe itu ??"
(^___^) ??? ....
Disaat mentari pagi mulai menyapa, Cinta bersama perasaan di hatinya terus merindukan Arya.
Begitupun dengan Arya yang selalu gelisah jika sedang merindukan Cinta.
Diluar hatinya mungkin mereka bersikap biasa saja, tapi sebenarnya di dalam diri keduanya sudah tertancap sebuah pesona cinta yg menggebu – gebu.
Hanya saja saat ini Arya masih ragu dan mulai mempertanyakan : Apakah Cinta memang benar-benar sosok Kasih yg dia cari...
disaat dia mulai yakin dengan perasaannya, Arya langsung saja menemui Cinta dan kemudian memintanya pergi bersamanya.
“aku ingin mengajak kamu ke suatu tempat !!” ujarnya pelan dengan perasaan sedikit malu.
Cinta menatap wajah lelaki didepannya dan selanjutnya mengiyakan ajakan tersebut.
Dengan menaiki mobil pribadi milik keluarga, Arya hanya terdiam saat Cinta duduk disebelahnya. Fikirannya kini bahkan sungguh tak biasa seperti saat saat sebelumnya bersama Cinta.
“Ini memang getar cintaku yg sesungguhnya !!” kalimat Arya dalam hati.
Selama diperjalanan, tak sekalipun Arya menatap ke arah wajah Cinta, matanya tetap fokus ke jalanan sambil menggerakan lingkar kemudi di depan dada.
Tak ada kata yg mampu terucap saat itu juga.
Keduanya yang sama sama gelisah tampak terdiam, bahkan Cinta yang biasa bergurau kini pun terlihat anteng dengan kepala terdunduk malu.
“aduhh, ko gue jadi gerogi gini sii !!” ucap Cinta pelan di dalam hati.
***
“gue itu cowo, gue ga boleh keliatan malu di depan cewe !!” lanjut Arya di dalam hati seakan meyakinkan dirinya.
Kemudian disebuah tempat dengan banyak pepohonan, kendaraan itu berhenti. Sekitar 2 km dari jalan raya mereka lanjutkan dengan berjalan kaki.
“kita mau kemana Ar?” tanya Cinta penasaran.
“emm, aku ingin memperlihatkan tempat yg indah”
Sampailah mereka di sebuah taman dengan lukisan pemandangan yang begitu indah.
Selain pohon pohon hijau disekelilingnya, disana juga terlihat sebuah hamparan air yg cukup luas dengan sinar matahari yg memancar hingga menciptakan kerlipan cahaya seperti berlian pada dinding air yang tenang.
Sejenak tubuh Cinta terlihat diam, tatapan mata yang sebelumnya sayuh secara tiba tiba terbuka lebar saat melihat sebuah bangku panjang di hadapannya.
“Ini kan ??” ujar Cinta kaget ketika melihat danau yang sering ia kunjungi di dalam mimpinya.
"Disinilah tempat dimana aku bersama Kasih sering menghabiskan waktu"
Tempat itu disebut "Danau Impian".
Nama yang indah timbul karena dulu disinilah Arya bersama Kasih pernah mengutarakan janji setia saat masih SMA.
Menurut pemuda tampan itu, Danau Impian adalah sebuah simbol kesetiaan dan Impiannya bersama Kasih.
namun karena sebuah takdir, kebersamaan mereka terpaksa harus terpisahkan.
Cinta yang baru saja mengenali danau ini di dunia nyata, hanya termenung penuh kebimbangan. Dalam otaknya pun terfikir bahwa perempuan yang ada dalam tiap mimpinya selama ini adalah Kasih.
"Jadi benar dia itu Kasih" ...
Kenangan indahnya kini membuat wajah Arya sedikit muram, dalam bathinnya mungkin dia belum sepenuhnya rela dengan kepergian Kasih yang begitu cepat.
Namun walaupun begitu Arya tetap berusaha dan bertekad ingin membuka pintu hatinya untuk kehadiran sosok Kasih yang baru, yaitu Cinta ...
"Buat aku, janji itu kini hanyalah tinggal kenangan manis. aku sudah menemukan kamu di hidupku Cin !! apakah kamu bersedia menjadi pengganti Kasih di hati aku ??"
(kalimat arya menyatakan isi hatinya pada Cinta).
mendengar susunan kata hati Arya yang tiba - tiba, dada Cinta justru makin sesak. Dia pun merasa kaget dengan keadaan seperti itu.
Jujur dalam hatinya Cinta juga merasakan getar yang sama pada sosok Arya. namun sebagai wanita, dia kembali berfikir tentang :: bagaimana perasaan gadis dalam mimpinya jika tau bahwa dirinya telah merebut kekasihnya.
diapun hanya menangis ::
Yang kamu suka adalah mata ini !
Yang kamu sayang adalah mata ini !
Bahkan yang masih kamu cintai adalah mata ini Ar !
Mata milik Kasih !! BUKAN AKU !!
(jawab Cinta kesal mengira Arya masih mengharapkan Kasih).
Dan aku gak mau, kalau kamu menganggap aku sebagai Kasih.
AKU CINTA :: CINTAAA !!!
Kamu salah Cin ... (bantah Arya).
Belum sempat mendengar penjelasan Arya, Cinta langsung pergi untuk melepas penat di fikirannya.
Dia berlari meninggalkan lelaki itu sendiri dengan menyisakan sebuah kesalah pahaman.
"aku memang masih merindukan Kasih !! tapi andai kamu tau :: perasaan ini tulus hanya buat kamu Cin!!" Arya menggumam hingga terhanyut dalam lamunan.
"KEJAR CINTA .... KEJAR CINTA !!"
mendaak terdengar sebuah bisikan gaib ditelinga hingga membuat Arya terbangun dari lamunannya.
seketika itu dia berlari dan berusaha mencari gadis yg dicintainya.
15 menit berselang akhirnya Arya berhasil menemukan Cinta.
Dilihatnya gadis cantik itu sedang menangis sendirian dibawah pohon merenungi tiap kesedihannya yang menganggap bahwa dirinya tak mungkin bersama Arya jika masih ada bayang bayang Kasih di fikiran lelaki yang ia suka.
menyadari kedatangan Arya, Cinta terkejut dan kemudian memutuskan pergi menjauhinya lagi.
dia terus berlari, dan Arya pun mengejar.
"CINTA TUNGGU, AKU BISA JELASIH SEMUA PERASAAN AKU SEKARANG"
teriak Arya meminta Cinta berhenti.
Tapi gadis yang memiliki sifat keras kepala itu terus saja berlari tanpa mau mendengar ucapan Arya.
tanpa sadar, keduanya telah sampai di sebuah jalan besar dekat tempat mereka memarkirkan mobilnya.
CINTA AWASSS ....
bregh ... srisittt ... derrr !! ... sebuah mobil box bermuatan air mineral tiba tiba datang dan menyerempet Cinta dari arah kanan.
Tubuh cinta sedikit terlontar hingga menyebabkan tubuhnya terbentur pohon besar di sekitar jalan.
sedangkan mobil itu menghantam pohon namun tak membuat supir itu tewas.
Arya benar benar syok melihat kejadian itu, sementara bibirnya terdiam, kini tubuhnya pun terlihat lemas membayangkan jika ada hal buruk menimpa wanita yang sedang dicintainya.
Beruntung peristiwa itu tak membuat nyawa cinta melayang. dia hanya pingsan dan masih memiliki kesempatan untuk hidup walau hanya sedikit.
"semua luka di tubuh Cinta sudah kami obati, kini tinggal menunggu dia siuman!!" terang dokter menjelaskan keadaan pasiennya.
"Kapan Cinta sadar dok?" tanya Arya iba pada nasib Cinta yang masih lemah di atas ranjang ruang ICU.
"kami para medis hanya bisa berusaha. selanjutnya adalah urusan Tuhan. Hanya Dia yang bisa memutuskan!!"
Mendengar jawaban Dr. Herman, wajah Arya tampak layu. hanya kesedihanlah yang kini menyelimuti hati dan pikirannya.
Tanpa bisa berbuat apa-apa, dia pasrah dan terus berdoa untuk kesembuhan Cinta.
Tanpa terasa sudah 3 minggu Cinta mengalami koma.
Arya yang masih begitu mengharapkan Cinta kini tetap setia menemani dan menjaga Cinta dalam tidur lamanya.
Di alam bawah sadar, Cinta merasa tersesat di sebuah Hutan yang belum pernah ia kunjungi sebelumnya.
"di mana ini ?" tanya Cinta kebingungan saat berada disebuah kegelapan yang mencekam.
Dia terus berlari tanpa arah mencoba menemukan jalan keluar dari hutan yang menakutkan itu.
Malang sekali nasib Cinta, dia yang sedang terbaring koma di Rumah Sakit kini harus berjuang terbangun dari alam mimpi panjangnya.
Dengan wajah pucat, dirinya tak tau arah dan tujuan untuk bisa keluar dari kegelapan yang penuh dengan misteri.
Disekitarnya hanya terlihat pohon-pohon besar, semak belukar, kelelawar yang beterbangan, dan kadang terdengar suara suara aneh yang menyeramkan.
Cinta sungguh ketakutan !!
dia hanya bisa berteriak minta tolong dan kemudian dilanjutkan dengan tangisan.
Nyawanya mungkin kini telah berada dalam ambang hidup dan mati.
didalam dirinya tak ada lagi tawa apalagi keceriaan. yang ada hanyalah ketakutan yang begitu besar hingga membuatnya mulai putus harapan.
Ketika Cinta mulai putus asa, tiba tiba terpancar segumpal cahaya terang yang mengisyaratkan agar dia mendekat.
Harapan yang sudah makin menipis langsung berubah menjadi keyakinan yang begitu kuat.
"AKU PASTI BISA KELUAR DARI TEMPAT SESAT INI !!"
Dari arah berlawanan munculah sosok wanita tua bergaun putih, melambaikan tangan, memanggil Cinta agar pergi bersamanya.
"Cintaa, pergilah bersama Ibu .."
Kebimbangan hati membuat Cinta ragu.
walau dirinya begitu merindukan Ibu kandungnya, namun hati kecil Cinta mengatakan bahwa dirinya harus melangkah mengikuti cahaya yang terus saja bersinar.
Langkah demi langkahnya masih tetap berjalan mengarah sumber cahaya itu. Bayang bayang sosok ibunya yang semula begitu jelas perlahan menghilang dari pandangannya.
"Kupercepat langkah ini agar kutemukan jalan keluar" ujar Cinta penuh keyakinan.
Kegelapan mulai berubah menjadi sebuah keindahan. Cahaya keajaiban akhirnya mampu menuntunnya berpindah menuju DANAU IMPIAN.
CINTAAA ... CINTAA ....
(Ada suara misterius yang memanggil namanya).
lalu dia menoleh ke arah kanan dan dilihatlah sosok Kasih berdiri, mendekat dan mulai berbicara sesuatu.
Jiwanya sangat terkejut gemetaran saat berada di dekat Kasih. Tatapannya yang sangat dalam, Kasih menjabat kedua lengan Cinta dengan kelembutan.
"CINTA TERIMAKASIH" ::
"untuk apa??" :: tanya Cinta
"UNTUK SETIAP SENYUMAN ARYA !! DIA BISA KEMBALI TERSENYUM KARENA KAMU CINTAA !!"
jawabnya pelan.
"???"
"AKU BAHAGIA JIKA KAMU BERSAMA ARYA !! KEMBALILAH !!"
wussshh ....
Angin bertiup kencang seusai Kasih mengucapkan kalimat keinginannya.
Kemudian secara samar bayangan Kasih pun ikut menghilang bersama kilauan cahaya yang tiba tiba muncul.
Bersama dengan itu pula, di Dunia nyata Cinta tersadar !!.
Cinta mulai membuka mata.
Dengan tubuh yang masih lemas dia mencoba menggerakan jari - jarinya secara perlahan.
Ketika itu dia sadar bahwa dirinya kini sedang berada disebuah ruangan sepi dengan infus yang menggantung. Fikirnya terdiam dan selanjutnya menatap ke arah seorang pria yang sedang tertidur di sebelah tubuhnya.
"Arr yaa ..." ucap Cinta patah patah mencoba berbicara.
Pemuda yang sedang tertidur pulas akhirnya terbangun dan terkejut melihat Cinta sudah mulai sadar.
Lalu dipanggillah seorang dokter untuk memeriksa keadaan pasien itu lagi.
>>>
setelah setengah jam, akhirnya dokter beserta 3 suster berseragam putih keluar dan menjelaskan perkembangan Cinta ::
"Ini keajaiban, Cinta yang semula hanya memiliki sedikit kesempatan hidup kini ia telah sadar dan keadaannya pun sangat membaik". kalimatnya heran.
Penjelasan dokter Herman membuat hati Arya sangat gembira.
Dia bersyukur dengan semua doa yang akhirnya mampu terwujud.
Kalimat Hamdalah pun juga sering diucapkannya berkali kali.
"sedari tadi dia memanggil manggil nama ARYA, lebih baik kamu temui dia agar sedikit terhibur !!"
mendengar saran dokter tadi, dia bergegas masuk tersenyum dengan wajah girang pada Cinta.
Tatapannya fokus mengarah gadis yang terlihat masih lesu terbaring dengan selimut biru di kakinya.
"pegang tangan aku Ar !!" :: ingin Cinta.
"Kamu pasti sembuh Cin, percayalah !!" :: ujar Arya menyemangati Pasien yang baru bangun.
Esok harinya setelah keadaan Cinta lebih membaik, tanpa bosan Arya tetap menemani Cinta siang dan malam.Yang pemuda itu lakukan bertanda bahwa dirinya ingin selalu menghibur Cinta guna mengembalikan keceriaan yang pernah hilang.
Hampir satu bulan dirawat, Dr.Herman pun menyarankan agar Cinta pulang. Pendapatnya mengatakan bahwa Cinta sudah sepenuhnya sembuh dari rasa sakit dan pengalaman buruknya itu.
"Ar, aku minta kita ke Danau Impian ya !! ^_^ ada hal yang ingin aku bicarakan !!" :: pinta Cinta memohon.
Tampang Arya yang masih merasa kasihan, akhirnya mengabulkan permintaan Cinta.
Dari Rumah sakit, mereka langsung menuju Danau Impian.
sesampainya disana, mereka duduk dan mulai bercerita ::
"Arya, sewaktu koma aku bermimpi bertemu Kasih disini ! di tempat ini ! sebelumnya aku tersesat di sebuah hutan yang menakutkan. namun dari sebuah sisi hutan tiba-tiba terpancar Cahaya terang yang selanjutnya mampu menyelamatkanku.
Semua ketakutan, setiap tangisanku dalam mimpi akhirnya bisa terhapus dengan kelembutan tangan Kasih yang menyentuhku. Bahkan sampai saat ini sentuhan itu masih terasa jelas di lenganku."
Cinta menceritakan pengalamannya dengan nada pelan.
"dalam mimpiku, dia meminta agar aku bisa bersama kamu Ar" lanjut Cinta dengan menatap mata Arya.
Arya terkejut mendengar penjelasan Cinta yang tak masuk akal. Tapi dirinya kini memahami bahwa sesungguhnya Kasih telah merelakan dirinya agar tetap berada di samping Cinta.
"apa mungkin itu artinya kamu bersedia mengisi kekosongan di hati aku ??"
(tanya Arya kembali mengungkapkan perasaannya).
cukup lama Cinta terdiam, dan kemudian ia berbicara ::
AKU CINTA KAMU!
AKU SAYANG KAMU!
AKU BERSEDIA MENGISI HIDUP KAMU AR!
Kedua anak manusia tersebut pun bahagia.
Angin berhembus seakan ikut menyanyi.
Aliran danau tiba tiba berkilau terang layaknya mutiara.
Pepohonan serta bunga bunga di tepi Danau Impian kini juga turut menari mengikuti irama Kisah Cinta mereka.
Kamis, 15 September 2011
Ada cinta dibalik tatapan mata.
Indahnya perasaan ini begitu indah,
Indahnya sungguh sangat mempesona,
Mata bersinar - Hatiku bergetar
Saat melihatmu.
Bibirku terdiam membisu tiada kata,
Namun hatiku terasa terbang,
Terbang ke awan, cari kedamaian,
Hinggap di Hatimu.
Akhirnya hati kita menyatu,
Ada cinta dibalik tatapan mata.
Asmara mulai bercerita,
tentang cinta kita.
Selasa, 13 September 2011
Selalu dipersalahkan dalam segala hal
aku tak lain dan tak bukan hanyalah seorang pria biasa.
tanpa sayap, tak bersenjata layaknya seorang pendekar.
memiliki emosi, kepribadian sendiri juga kesedihan.
walau besar keberanianku, namun tetap saja aku kalah.
terkalahkan oleh amarah,
teraniaya oleh perasaan benci.
geram jari-jari tanganku terasa kaku ingin menghajar sesuatu,
tapi aku tetap saja tak berdaya.
beruntung aku masih memiliki segumpal kesabaran,
jiwa ini tersungkur - kaki ini yang menopang.
biar saja tetap dipersalahkan.
selama aku masih memiliki raga yang kuat
dalam hati aku tetap BERSEMANGAT !!
tanpa sayap, tak bersenjata layaknya seorang pendekar.
memiliki emosi, kepribadian sendiri juga kesedihan.
walau besar keberanianku, namun tetap saja aku kalah.
terkalahkan oleh amarah,
teraniaya oleh perasaan benci.
geram jari-jari tanganku terasa kaku ingin menghajar sesuatu,
tapi aku tetap saja tak berdaya.
beruntung aku masih memiliki segumpal kesabaran,
jiwa ini tersungkur - kaki ini yang menopang.
biar saja tetap dipersalahkan.
selama aku masih memiliki raga yang kuat
dalam hati aku tetap BERSEMANGAT !!
Langganan:
Postingan (Atom)
